Assalamualaikum Wr Wb







Awal tahun 2001, tepatnya 02 Februari 2001.
Kuterima Mawar merahmu itu, Dan Kitapun berpadu janji,
Hamparan ladang cinta yang membentang luas itu telah menunggu sentuhan tangan kita berdua.
by : SYA and ABP
SYA
Bunda Mirza
Seorang wanita sederhana dengan segala kekurangannya yang mendambakan keluarga SAMARA (Sakinah Mawadah Warohmah) bersama suami dan anak tercinta
ABP
Ayah Mirza
Ayah adalah seorang lelaki tegar,mandiri,pengertian, baik hati,sangat setia dan sangat mencintai keluarganya
Mirza
M. Mirza R.Prasetyo

Mirza lucu, Mirza Imut , Mirza Menggemaskan
   

<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Friends :

Your browser doesn't support the EMBED tag, but you can still listen to the music on this page by <a href="http://www.geocities.com/sya4215/i_will_surv.mid" rel="nofollow">clicking here.</a>
Sesunggunya orang-orang yang mengatakan,"Rabb kami adalah Allah", kemudian mereka meneguhkan pendiriannya,maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni syurga, mereka kekal didalamya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan"(Q.S al-Ahqaaf:13-14)


Favorite links :
Situs eramuslim
Detik
Republika



Optimisme adalah Pola Pikir ceria yang memungkinkan sebuah poci teh menyanyi meski mulutnya penuh dengan air panas [taken from chicken soup for unsikable soul ]





)
Human beings, by changing the inner attitudes of their minds, can change the outer aspects of their lives.
William James (1842 - 1910






Seekor burung bertanya pada Ilalang
Jika semua memiliki makna yang berbeda tentang Cinta
Apa makna cinta menurutmu ?
Ilalang menjawab seraya Merunduk :
Cinta bagiku Adalah
Tetap tumbuh diatas bongkahan tanah
Hingga Badai tak menghamburkan butirannya

(by Afifah Afra)











AKU INGIN

aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
lewat isyarat yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

~Sapardi Djoko Damono~




Jangan melangkah ke arah keputusasaan,
di dunia terhampar berjuta harapan...
Jangan berjalan menuju arah kegelapan,
di alam ini terdapat banyak cahaya [Anonim]


RUMAH CINTAKU
karya : Amir Rhamdani

kubangun rumah cintaku
dari tumpukan sampah, debu, dan kotoran
yang mengendap di atas selokan
semakin megah dari bangkai
dan tulang-tulang membusuk
yang berserakan

kubangun ranjang tidurku
dari harapan dan kasih sayang
bantalku adalah kesabaran
selimutku adalah ketenangan
di sinilah putra-putri kami
lahir dan dibesarkan




Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan
kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan,
ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan,
dan perutnya dengan makanan."
(Frederick E. Crane)




Maaf jika isi blog ini kurang bermutu, ini hanyalah sekedar pengisi waktu ketika rasa bosan menderaku, uneg-uneg catatan pribadiku (online logbook ku) or sedikit opini-opini dangkal yang keluar dari sel-sel kelabu dikepalaku..



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

Member Of :
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?.

Anda adalah pengunjung di Sya & Abp's Blog yang ke :



The current mood of syari at www.imood.com
rss feed

Wednesday, September 07, 2005
Memberikan yang terbaik milik kita



Keinginanku itu sebenarnya sudah lama sekali terpendam dalam hati namun terpaksa selalu kutunda dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih mendesak dan lebih penting sehingga terpaksa rencana tak berjalan sesuai dengan yang diharapakan, aku harus rela memendam keinginan itu di dasar hati. Keinginan untuk memiliki sebuah baju muslim dengan hiasan payet-payet yang sedang model saat ini. Hingga pada suatu ketika, sejumlah uang yang telah kukumpulkan sebelumnya untuk memenuhi keinginanku sudah ada di tangan, tanpa ditunda lagi aku membeli baju yang kudambakan itu, rasa syukur memenuhi hati ketika pada akhirnya aku bisa memenuhi keinginanku yang telah lama terpendam, sepotong baju berwarna merah muda dengan hiasan payet yang cantik sudah kudapat kini, sengaja tidak langsung kupakai tapi kusimpan saja di lemari, akan kupakai ketika hari lebaran tiba nanti.

Ketika kakak iparku akan berulang tahun, tiba-tiba muncul keinginan untuk memberikan sebuah kado sebagai sebuah ungkapan tanda kasih sayang dari seorang adik kepada kakaknya. Kupikir-pikir, kira-kira hadiah apa yang pantas aku berikan kepadanya, sehingga kemudian muncul ide untuk memberikan baju merah muda yang telah kubeli beberapa waktu yang lalu, sisi jahat ku menolak ide itu . ”Itu kan baju terbaru yang kamu miliki.., kenapa hendak kau berikan kepada orang lain...” begitu bisikan jahat yang muncul ditelingaku sehingga aku pun sempat terpengaruh olehnya. Seolah tak mau kalah, sisi baik hatiku pun mempengaruhiku dengan kata-kata ” Ikhlaskan lah baju itu, toh suatu saat insya Allah kamu bisa membelinya lagi , Jika kamu ingin memberikan sesuatu kepada orang lain, maka berikanlah yang terbaik yang kamu miliki ...”

Dua sisi batinku bertarung, antara sisi jahat dan sisi baik masing-masing mengeluarkan argumennya masing-masing, seolah saling tak mau kalah satu sama lain. Sehingga, akhirnya pertarungan dimenangkan oleh sisi baik dalm batinku, dan akupun kemudian bertekad untuk memberikan baju baru kesayanganku itu kepada kakak iparku sambil berupaya untuk membuktikan kepada diriku sendiri bahwa bukanlah orang yang terlalu memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi, harta benda dan sejenisnya adalah bukan segala-galanya bagiku. Inilah saatnya aku membuktikannya.
Dan ketika tiba saatnya, kuberikan kado baju kesayanganku itu untuk kakak iparku, Alhamdulilah dia sangat menyukainya. Dia bahagia dan akupun juga, kemudian beribu-ribu rasa syukurku kupanjatkan untuk Allah SWT karena aku merasa telah menang, menang melawan godaan sisi jahat dalam batinku dan puas karena telah kubuktikan pada diriku sendiri bahwa aku tidak termasuk orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak semata-mata mementingkan hal-hal yang bersifat duniawi. Dalam batinku, aku memekikkan kata ”MERDEKA !..” saat itu aku merasa merdeka, karena menurutku, definisi kemerdekaan yang sesungguhya adalah ketika kita mampu melawan hawa nafsu yang mengungkung diri kita.


Posted at 11:37:52 am by tasyafa

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry
Thank you for visiting my weblog ...