 |
Awal tahun 2001, tepatnya 02 Februari 2001. Kuterima Mawar merahmu itu, Dan Kitapun berpadu janji, Hamparan ladang cinta yang membentang luas itu telah menunggu sentuhan tangan kita berdua. by : SYA and ABP
SYA
Bunda Mirza
Seorang wanita sederhana dengan segala kekurangannya yang mendambakan keluarga SAMARA (Sakinah Mawadah Warohmah) bersama suami dan anak tercinta
ABP
Ayah Mirza
Ayah adalah seorang lelaki tegar,mandiri,pengertian, baik hati,sangat setia dan sangat mencintai keluarganya
Mirza
M. Mirza R.Prasetyo
Mirza lucu, Mirza Imut , Mirza Menggemaskan
Friends :
Sesunggunya orang-orang yang mengatakan," Rabb kami adalah Allah", kemudian mereka meneguhkan pendiriannya,maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni syurga, mereka kekal didalamya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan"(Q.S al-Ahqaaf:13-14) Favorite links : Situs eramuslimDetikRepublikaOptimisme adalah Pola Pikir ceria yang memungkinkan sebuah poci teh menyanyi meski mulutnya penuh dengan air panas [taken from chicken soup for unsikable soul ] )Human beings, by changing the inner attitudes of their minds, can change the outer aspects of their lives. William James (1842 - 1910Seekor burung bertanya pada Ilalang Jika semua memiliki makna yang berbeda tentang Cinta Apa makna cinta menurutmu ? Ilalang menjawab seraya Merunduk : Cinta bagiku Adalah Tetap tumbuh diatas bongkahan tanah Hingga Badai tak menghamburkan butirannya
(by Afifah Afra)
AKU INGIN aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana lewat isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada ~Sapardi Djoko Damono~
Jangan melangkah ke arah keputusasaan, di dunia terhampar berjuta harapan... Jangan berjalan menuju arah kegelapan, di alam ini terdapat banyak cahaya [Anonim]
RUMAH CINTAKU karya : Amir Rhamdani
kubangun rumah cintaku dari tumpukan sampah, debu, dan kotoran yang mengendap di atas selokan semakin megah dari bangkai dan tulang-tulang membusuk yang berserakan
kubangun ranjang tidurku dari harapan dan kasih sayang bantalku adalah kesabaran selimutku adalah ketenangan di sinilah putra-putri kami lahir dan dibesarkan Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan, dan perutnya dengan makanan." (Frederick E. Crane)Maaf jika isi blog ini kurang bermutu, ini hanyalah sekedar pengisi waktu ketika rasa bosan menderaku, uneg-uneg catatan pribadiku (online logbook ku) or sedikit opini-opini dangkal yang keluar dari sel-sel kelabu dikepalaku..
Member Of :
Anda adalah pengunjung di Sya & Abp's Blog yang ke :
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
Wednesday, February 01, 2006
Ternyata ... Aku Makin Cinta
"Ternyataaa..aku makin cinta..cinta sama kamu... hanya kamu seorang..kasih..ku tak ingin yang lain..cuma sama kamu..."
Hatiku selalu menyenandungkan lagu itu ketika kuingat sekecilku yang makin lama tingkahnya makin menggemaskan, makin membuat hatiku jatuh cinta... oh sayang.. Mirzaku yang lucu, tingkahmu makin menggemaskan saja, gemesssss.....
Posted at 11:01:49 am by tasyafa
Permalink
Semula berawal dari sebuah niat yang tulus ikhlas ingin meringankan sesama.. , Tapi benar-benar tak kusangka jika akhirnya malah memunculkan masalah yang menjadikanku sebagai pihak yang bersalah...
Bukan,,,bukannya aku pengen membenarkan diriku sendiri, tapi bukankah semua memang sudah kujalankan sesuai dengan prosedurnya? Lalu kenapa..? ahh... lagi-lagi tentang tetangga.... sudah dibantu kok malah begitu...
Sedihh? awalnya IYA..karena niat baikku jadi tercemari debu-debu kecil ini, aku takutnya lama kelamaan jadi ngga bersih lagi.. Oh God ...NO....
Ternyata, tak mudah ya menolong orang itu...
Posted at 10:29:24 am by tasyafa
Permalink
Tuesday, December 27, 2005
Pernahkah anda menerima tanggapan-tanggapan sinis, ejekan, cibiran bahkan tuduhan ingin sok jadi pahlawan ketika anda akan berusaha menolong seseorang? Kalo jawabannya pernah.... hmmmm, berarti sama dengan yang kualami sekarang. "Niat baik, tak selamanya ditanggapi dengan baik..." begitulah masyarakat, daya pikir dan cara menalar masing-masing orang memang berbeda-beda, sikap dan sifat serta karakteristik setiap orang juga berbeda-beda, ada yang selalu positif thingking, tapi ada pula yang negatif thingking minded.
Ketika ada anak tetangga yang sedang sakit dan butuh banyak biaya untuk operasi, hati ini terasa sangat iba, miris sekali jika membayangkan yang mengalami musibah itu adalah keluargaku sendiri. Naudzubillahi mindzalik... Ketika aku berusaha melakukan suatu usaha penggalangan dana untuk mereka.. Cibiran, ejekan muncul seolah tak hendak ikut merasakan penderitaan mereka . Entahlah, sudah hilang kemana rasa empati mereka.
Yah... Batin ini terus bertanya, kemana rasa empati mereka? sudah hilangkah ? atau sedang disimpan saja untuk sementara? Lihatlah... mereka , yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari rumah kita.... mereka butuh pertolongan kita...segera..
" Bukannya saya tak mau menolong.... tapi bla bla bla... " , Alasan yang sering muncul adalah karena kekurang simpatikan warga dengan sifat keluarga yang sedang di dera musibah itu. Sudahlah, jangan negatif thinking... STOP IT ! Toh yang akan kita tolong kan anaknya.... Jangan biarkan sikap APATIS mengusir EMPATI dalam diri kita...
Posted at 10:46:22 am by tasyafa
Permalink
Monday, December 26, 2005
Meski kami tak seberuntung Gola Gong dan Tias Tatanka yang membangun sebuah istana baca Pustakaloka "Rumah Dunia" diatas tanah seluas 500 m, tapi setidaknya kami punya mimpi yang sama dengan mereka yaitu ingin memindahkan dunia lewat membaca.
Mimpiku, sama dengan mimpi Sauni, gadis kecil penjual kerupuk mie, memimpikan adanya rumah baca di kampungnya.
Rumah baca..., kan kubangun kau dengan harapan dan Doa. Diatas tanah sisa di pojokan rumah mungil kami..,
Ketika tumpukan batu-bata, pasir, batu,semen diturunkan dari mobil pick up dari toko material di depan rumah mungil kami di sudut kompleks sederhana, hati ini mulai berbisik lirih, mimpiku, juga mimpi "sauni-sauni" di dunia ini kan segera terwujud nyata.
**Mohon doa restu untuk pembangunan Rumah Baca kami
Posted at 10:58:06 am by tasyafa
Permalink
Lama banget sih ngga nge-blog.....
Posted at 10:46:03 am by tasyafa
Permalink
Wednesday, October 12, 2005
Ketika beberapa waku lalu ada kejadian tentang seorang penulis blog atau biasa disebut dengan nama blogger, yang menulis tentang mimpi buruknya tentang kematian dan kemudian beberapa jam setelah itu dia benar-benar mati, kebanyakan orang telah dibikinnya terhenyak, sedramastis itukah nasib orang tersebut? Baru saja selesai menulis tentang mimpi, tiba-tiba mimpi buruknya menjadi kenyataan. Apalagi gadis penulisnya itu baru berumur sekitar 20 an tahun. Kalau kita yang membaca blog itu mungkin akan merasakan kengerian mimpinya apalagi setelah tahu bahwa mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan. Berita itu sedemikian hebohnya beredar di kalangan blogger bahkan sempat nangkring di halaman depan situs berita detik.com selama beberapa hari yang kemudian menjadi berita menarik karena ada kontroversi tentang sosok penulis blog tersebut, apakah benar-benar ada atau hanya tokoh rekaan semata.
Terlepas dari nyata atau tidaknya tokoh penulis blog mimpi kematian itu, satu hal yang musti kita ambil sebagai pelajaran berharga adalah, bahwa kematian itu benar-benaar ada dan nyata, dia akan menjemput setiap makhluk hidup di muka bumi ini tanpa pandang bulu , tak bisa di tawar dan tanpa ditunda- tunda waktunya, yang tua yang muda, yang kaya yang miskin, yang cantik yang jelek, semuanya pasti akan mati. Jika memang sudah waktunya, tak peduli apakah sedang makan, duduk atau sedang dalam perjalanan jika malaikat maut sudah menjemput, manusia takkan bisa menolak kuasanya.
Ngeriii….. itu kata yang muncul untuk mengekpresikan rasa ketakutan kita akan kematian, karena kita tidak tahu bagaimana jalan cerita kita selanjutnya di alam berikutnya, alam kubur dan alam Akhirat. Apakah kita termasuk orang-orang beruntung yang diijinkan oleh Nya mencicipi syurga sebagai tempat kita ataukah kita hanya layak menikmati ganasnya api neraka ? (Naudzubillahi mindzalik ).
Kematian, bagaikan tamu tak diundang, meski tak pasti kapan terjadi, namun dia pasti akan datang, Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menerima “tamu tak diundang “ ? Mumpung kita masih diberi kesempatan, mumpung kita masih sehat, sebelum semuanya jadi terlambat, sebelum maut ada dikerongkongan, aku menghimbau terutama pada diriku sendiri untuk menyiapkan bekal yang akan kita bawa kealam selanjutnya. Apakah bekal itu? Yang paling utama adalah Shalat.
Shalat, adalah amalan yang menjadi kunci bagi setiap muslim, maka dikatakan dengan ungkapan “Shalat adalah tiang agama”, apakah segala amal dan perilakunya akan diterima oleh Allah SWT atau tidak semua bergantung dari Shalat kita, jika Shalat kita bagus, insya Allah segala amalan yang kita lakukan akan diterima-Nya, begitu juga sebaliknya, sebaik apapun amalan ibadah kita di dunia, namun jika Shalat kita tidak bagus maka amalan itu hanya akan menjadi sia-sia, kita hanya akan mendapatkan rasa capek di dunia, namun amalan kita tidak akan diterima.
Amalan-amalan lainnya adalah, zakat, puasa, infak shodaqoh akan menjadi penolong kita atas siksaan alam kubur. Alam kubur, adalah alam yang menghubungkan kita antara alam dunia dengan alam akherat, jika kita mati, maka kemudian fase kehidupan kita selanjutnya adalah alam kubur, sebelum ke alam akherat nanti. Siksa kubur itu nyata. Pernahkakh kita membayangkan ketika tubuh kita ini dimasukkan ke dalam liang lahat sempit dan pengap? Ketika itu kita telah terpisah dengan orangtua, kakak adik, istri/suami, anak-anak dan penghuni dunia lainnya? Oh betapa sepi dan ngerinya alam kubur... Yang bisa menemani kita saat itu hanyalah amalan kita.
Ketika kita telah selesai dikuburkan dan satu persatu orang meningallkan pemakaman suara-suara langkah mereka yang lama kelamaan makin samar karena telah menjauh, kala itu pula akan datang malaikat yang akan menanyai kita aka perbuatan kita selama di dunia. Siap tuhanmu? Siapa Rasulmu? Semoga kita bisa menjawabnya dengan benar, Allahu Rabbi... Muhammad Rasulullah.
Kini saatnya, tak perlu ditunda lagi, kita harus berbenah diri, mempersiapkan bekal dari dini, agar tak ada penyesalan nanti, agar saat ”tamu tak diundang ” itu datang kita bisa menyambutnya dengan senyuman...
Dan pintaku padaMu kali ini :
Ya Allah, lindungilah kami dari siksa alam kubur dan siksa Neraka.
Berikanlah kepada kami kesempatak untuk memperbaiki diri..
Berikanlah waktu dan kesempatan pada kami untuk mempersiapkan bekal kami...
Ya Allah, Ya Rabbi... Jadikanlah setiap langkah dalam kehidupan kami, adalah langkah yang Engkau Ridhai..
Ya Allah, Ya Rabbi... Jadikanlah setiap perbuatan dalam kehidupan ini, Sebagai Amalan yang bisa menjadi bekal kala kami menghadap-Mu Kelak.
Ya Allah, Ya Rabbi... Pertemukanlah kami dengan keluarga kami nanti, dalam syurgamu yang suci .
Posted at 2:54:31 pm by tasyafa
Permalink
Monday, October 03, 2005
Ass WW Tak terasa.. tamu istimewa yang kita nanti2 akan datang jua Semoga kita diberi umur panjang untuk menemuinya. Memaknai hari-hari Ramadhan dengan Ibadah Semoga kita diberikan kekuatan, Menjalani ibadah ramadhan dengan hati bersih dan suci. Welcome Ramadhan Mohon Maaf Lahir Batin ... Wass WW Syari &Kel
Posted at 3:08:16 pm by tasyafa
Permalink
Monday, September 12, 2005
Pengen tau kabar terbaru Mirza? Sang buah hatiku ? cie... Sekarang Mirza Tambah lucu aja, makin lengket ama Bundanya kayaknya, tiap mo berangkat kerja suka memandangku dengan tatapan sedih, Tapi aku berusaha untuk selalu senyum ke dia dan berpamitan " Bunda berangkat dulu ya sayang..." Di usia 8 bulan, bulan kmren, Mirza sudah bisa Merangkak dengan lincahnya, gigi-giginya juga udah mulai tumbuh, udah ada 4 biji sekarang. 
Tuh liat foto nya... Udah gede kan sekarang Mirza.. Iya dong udah 9 bulan, bentar lagi bakalan bisa jalan, sekarang aja udah mulai "rambatan" kalo orang jawa bilang, kalo ada benda agak tinggi dikit pasti bakalan dia deketin, dan dia pegang buat penopang berdiri.
Ihh..Lucunya Mirza ku sayang, Bunda jadi kangenn..
Posted at 3:11:54 pm by tasyafa
Permalink
Wednesday, September 07, 2005
Ijinkan aku untuk bahagia …
Definisi kebahagiaan sesungguhnya adalah bukan saat kita mendapatkan rejeki yang berlimpah ruah sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga sampai tujuh turunan, bukan saat kita melejit menjadi orang yang tenar yang dikenal oleh seantero dunia, bukan pula saat kita mendapatkan sebuah prestasi hebat. Namun, definisi kebahagiaan yang sesungguhnya menurutku adalah manakala kita dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, dapat mempersembahkan yang terbaik yang kita punya untuk orang lain.
Ada perasaan-perasaan hangat yang nyaman mengalir di hati ini, ketika aku mampu menolong orang yang benar-benar membutuhkan pertolonganku, baik berupa materi maupun sesuatu non materi. Ada kepuasan terbesar bersarang dihati, ketika ku mampu mengerjakan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ya Rabbi... Ijinkanlah aku menjadi manusia yang berbahagia..
Rejeki, adalah titipan Ilahi, yang bisa jadi merupakan cobaan Allah untuk kita, cobaan yang nantinya akan dipertanggung jawabkan pada ”Yaumul hisab” . Allah yang Maha Agung tentu akan menanyakan pada kita, telah kita pergunakan untuk apa sajakah rejeki yang telah Dia titipkan untuk kita semasa di dunia ? Apakah hanya kau nikmati seorang diri? Ataukah kamu mau membaginya untuk umat yang lain? Adakah rejeki itu kau manfaatkan di jalan Allah?
Ya, tentu saja aku ingin menjawabnya dengan jawaban-jawaban jujur bahwa semasa di dunia, aku tak hanya memonopoli rejeki yang Dia titipkan ini seorang diri. Aku ingin berbagi dengan yang lain, aku ingin memanfaatkanya hanya di jalanMu semata Ya Allah. Ya Allah...ijinkan aku untuk berbagi dengan saudara-saudara dan kerabatku, Ya Allah mudahkanlah jalanku, Ya Allah ridhailah aku..Agar di Yaumul hisab nanti aku bisa mempertanggung jawabkan pemanfaatan rejeki yang telah Kau titipkan untukku ini dengan benar. Ya Allah...Ijinkalah aku untuk bahagia dan membagi kebahagiaan ini dengan sesama.
Depok, 3 September 2005
Posted at 1:36:37 pm by tasyafa
Permalink
Memberikan yang terbaik milik kita
Keinginanku itu sebenarnya sudah lama sekali terpendam dalam hati namun terpaksa selalu kutunda dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih mendesak dan lebih penting sehingga terpaksa rencana tak berjalan sesuai dengan yang diharapakan, aku harus rela memendam keinginan itu di dasar hati. Keinginan untuk memiliki sebuah baju muslim dengan hiasan payet-payet yang sedang model saat ini. Hingga pada suatu ketika, sejumlah uang yang telah kukumpulkan sebelumnya untuk memenuhi keinginanku sudah ada di tangan, tanpa ditunda lagi aku membeli baju yang kudambakan itu, rasa syukur memenuhi hati ketika pada akhirnya aku bisa memenuhi keinginanku yang telah lama terpendam, sepotong baju berwarna merah muda dengan hiasan payet yang cantik sudah kudapat kini, sengaja tidak langsung kupakai tapi kusimpan saja di lemari, akan kupakai ketika hari lebaran tiba nanti. Ketika kakak iparku akan berulang tahun, tiba-tiba muncul keinginan untuk memberikan sebuah kado sebagai sebuah ungkapan tanda kasih sayang dari seorang adik kepada kakaknya. Kupikir-pikir, kira-kira hadiah apa yang pantas aku berikan kepadanya, sehingga kemudian muncul ide untuk memberikan baju merah muda yang telah kubeli beberapa waktu yang lalu, sisi jahat ku menolak ide itu . ”Itu kan baju terbaru yang kamu miliki.., kenapa hendak kau berikan kepada orang lain...” begitu bisikan jahat yang muncul ditelingaku sehingga aku pun sempat terpengaruh olehnya. Seolah tak mau kalah, sisi baik hatiku pun mempengaruhiku dengan kata-kata ” Ikhlaskan lah baju itu, toh suatu saat insya Allah kamu bisa membelinya lagi , Jika kamu ingin memberikan sesuatu kepada orang lain, maka berikanlah yang terbaik yang kamu miliki ...”
Dua sisi batinku bertarung, antara sisi jahat dan sisi baik masing-masing mengeluarkan argumennya masing-masing, seolah saling tak mau kalah satu sama lain. Sehingga, akhirnya pertarungan dimenangkan oleh sisi baik dalm batinku, dan akupun kemudian bertekad untuk memberikan baju baru kesayanganku itu kepada kakak iparku sambil berupaya untuk membuktikan kepada diriku sendiri bahwa bukanlah orang yang terlalu memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi, harta benda dan sejenisnya adalah bukan segala-galanya bagiku. Inilah saatnya aku membuktikannya. Dan ketika tiba saatnya, kuberikan kado baju kesayanganku itu untuk kakak iparku, Alhamdulilah dia sangat menyukainya. Dia bahagia dan akupun juga, kemudian beribu-ribu rasa syukurku kupanjatkan untuk Allah SWT karena aku merasa telah menang, menang melawan godaan sisi jahat dalam batinku dan puas karena telah kubuktikan pada diriku sendiri bahwa aku tidak termasuk orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak semata-mata mementingkan hal-hal yang bersifat duniawi. Dalam batinku, aku memekikkan kata ”MERDEKA !..” saat itu aku merasa merdeka, karena menurutku, definisi kemerdekaan yang sesungguhya adalah ketika kita mampu melawan hawa nafsu yang mengungkung diri kita.
Posted at 11:37:52 am by tasyafa
Permalink
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|