|
Keinginanku itu sebenarnya sudah lama sekali terpendam dalam hati namun terpaksa selalu kutunda dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih mendesak dan lebih penting sehingga terpaksa rencana tak berjalan sesuai dengan yang diharapakan, aku harus rela memendam keinginan itu di dasar hati. Keinginan untuk memiliki sebuah baju muslim dengan hiasan payet-payet yang sedang model saat ini. Hingga pada suatu ketika, sejumlah uang yang telah kukumpulkan sebelumnya untuk memenuhi keinginanku sudah ada di tangan, tanpa ditunda lagi aku membeli baju yang kudambakan itu, rasa syukur memenuhi hati ketika pada akhirnya aku bisa memenuhi keinginanku yang telah lama terpendam, sepotong baju berwarna merah muda dengan hiasan payet yang cantik sudah kudapat kini, sengaja tidak langsung kupakai tapi kusimpan saja di lemari, akan kupakai ketika hari lebaran tiba nanti. Ketika kakak iparku akan berulang tahun, tiba-tiba muncul keinginan untuk memberikan sebuah kado sebagai sebuah ungkapan tanda kasih sayang dari seorang adik kepada kakaknya. Kupikir-pikir, kira-kira hadiah apa yang pantas aku berikan kepadanya, sehingga kemudian muncul ide untuk memberikan baju merah muda yang telah kubeli beberapa waktu yang lalu, sisi jahat ku menolak ide itu . ”Itu kan baju terbaru yang kamu miliki.., kenapa hendak kau berikan kepada orang lain...” begitu bisikan jahat yang muncul ditelingaku sehingga aku pun sempat terpengaruh olehnya. Seolah tak mau kalah, sisi baik hatiku pun mempengaruhiku dengan kata-kata ” Ikhlaskan lah baju itu, toh suatu saat insya Allah kamu bisa membelinya lagi , Jika kamu ingin memberikan sesuatu kepada orang lain, maka berikanlah yang terbaik yang kamu miliki ...” Dua sisi batinku bertarung, antara sisi jahat dan sisi baik masing-masing mengeluarkan argumennya masing-masing, seolah saling tak mau kalah satu sama lain. Sehingga, akhirnya pertarungan dimenangkan oleh sisi baik dalm batinku, dan akupun kemudian bertekad untuk memberikan baju baru kesayanganku itu kepada kakak iparku sambil berupaya untuk membuktikan kepada diriku sendiri bahwa bukanlah orang yang terlalu memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi, harta benda dan sejenisnya adalah bukan segala-galanya bagiku. Inilah saatnya aku membuktikannya. Dan ketika tiba saatnya, kuberikan kado baju kesayanganku itu untuk kakak iparku, Alhamdulilah dia sangat menyukainya. Dia bahagia dan akupun juga, kemudian beribu-ribu rasa syukurku kupanjatkan untuk Allah SWT karena aku merasa telah menang, menang melawan godaan sisi jahat dalam batinku dan puas karena telah kubuktikan pada diriku sendiri bahwa aku tidak termasuk orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak semata-mata mementingkan hal-hal yang bersifat duniawi. Dalam batinku, aku memekikkan kata ”MERDEKA !..” saat itu aku merasa merdeka, karena menurutku, definisi kemerdekaan yang sesungguhya adalah ketika kita mampu melawan hawa nafsu yang mengungkung diri kita. |
| Leave a Comment: |