|
Mana jawaban yang kamu pilih ? Secara fakta kedua jawaban itu adalah sama, tapi beda jika dilihat dari segi cara memandang terhadap suatu persoalan. Jika jawaban a yang kaupilih, berarti kamu adalah seorang yang Pesimis, sedangkan jika jawaban b yang kaupilih berarti kamu adalah seorang yang Optimis. Setidaknya begitulah kata Bapak Parlindungan Marpaung dalam bukunya “Setengah Isi Setengah Kosong, Half Full-Half Empty”. Konon katanya sikap optimisme atau pesimisme itu menunjukkan kualitas mental masing-masing perseorangan, yang dipengaruhi oleh apa-apa yang masuk ke dalam benak kita, baik itu lewat bacaan, pergaulan ataupun dari tontonan. Jadi, jika ingin jadi orang yang memiliki optimisme tinggi, maka bergaulah dengan orang-orang yang optimis, baca buku-buku motivator dan jangan sering-sering menonton gosip-gosip murahan (spt: perceraian artis, dll) di TV. (Ceritanya ini lagi menasehati diriku sendiri :d) **Optimisme adalah pola pikir ceria yang memungkinkan sebuah poci teh menyanyi meski mulutnya penuh air panas. [anonim]
temukan juga di : http://sya2.multiply.com |
| Leave a Comment: |